Senin, 03 Agustus 2015

masalah...


Aku...
Seonggok daging yang semakin membusuk..
Dikerebungi olehmu yang senantiasa melekat...
Ketegaranku pun sirna,
Remuk bagai Abu, terinjak tak bernilai..

Hanya khayalan yang selalu ada,
Mengharapkan kepergianmu dengan senyap.
Menanti dan menanti..
Kepergianmu, mungkin sampai mati..

Aaaaaah...
Lelah jiwa ini memintamu pergi..
Lebih baik kunikmati...
Kehadiranmu sepanjang hari..

Mungkin ini yang terbaik

Minggu, 02 Agustus 2015

Perjuangan itu lebih berat.......

Euforia yang tak terkira, ketika palu kayu itu diketuk. Senyum lebar terus menghiasi sepanjang hari. Aku Lulus. Sebuah kata sederhana namun membutuhkan perjuangan yang berat untuk dapat mengucapkannya. Segala jerih payah dan perjuangan yang harus dilalui telah berakhir.

Tugas yang menumpuk, yang selama ini membukit dan membebani pikiran telah sinar. Bebas dan lepas, terbang jauh dan melayang tinggi tanpa hambatan. Rasa puas menyelimuti, memberikan kehangatan di alam mimpi hanya karena 2 buah kata yang senantiasa menggema. Aku Lulus...

Namun, semua kebahagian seakan terkikis perlahan tapi pasti. Ibarat batu yang terkikis oleh butiran air. Sekuat apapun ia pasti akan hancur. Remuk tak berdaya. Euforia kata "Aku Lulus" terganti oleh kata lain, "Kerja Dimana." Rangkaian kata yang senantiasa membuat renungan yang dalam, sedalam samudra yang mampu menenggelamkan apapun yang melintasinya.

Ternyata, perjuangan setelah tamat kuliah lebih berat, wahai para sarjana pejuang ijazah. Engkau akan terombang ambing oleh kejamnya persaingan. Tubuhmu yang tegar perlahan akan bungkuk oleh setiap cemooh yang melihatmu berdasarkan hukum ekonomi. Perjuanganmu masih panjang, kawan.

Dulu, kita hanya diajarkan ilmu untuk mendapatkan indeks prestasi. Sebuah pernyataan yang tersurat dalam bentuk angka dan huruf. Pikiranmu pun hanya terpaku untuk mendapatkan lembaran transkrip yang anggun. Semua engkau abaikan dan tak dipedulikan. Dunia sosialmu hilang begitu saja.

Apa yang engkau lakukan, bukanlah hal yang salah, teman. Tapi jangan itu menyeretmu terlalu jauh. Pengalaman dan Relasi. Itu merupakan modal yang penting itu mengarungi lautan ini. Ibarat kapal yang kuat dan hebat, akan hancur berkeping-keping bila tak dinakhodai oleh pengalaman yang kuat dan relasi yang mendukung.

Namun, tidak ada kata terlambat meskipun engkau telah terbawa arus. Tentukan sikapmu sekarang. Perbanyak pengalaman dan relasimu. Percayalah, pertolongan oleh-Nya takkan pernah terlambat. Diam menunggu mati, atau hidup melawan badai. Make your choice, :D

Selasa, 13 Agustus 2013

untitled

Dan memang suatu rintangan yang cukup besar telah menanti, dalam tempo singkat bisa menjungkirbalikkan kita. Tapi 1 hal yang pasti, kita pasti sanggup untk melewatinya walaupun dengan pengorbanan yang menyakitkan. Percayalah, semuanya akan membawa senyum bagi kita. Seandainyapun nanti akan terjadi hal yang menyedihkan, diriku akan senantiasa bersyukur atas setiap belaian dan senyumanmu yang telah hadir dan menghiasi tiap detik dalam hidupku. Engkau takkan pernah tergerus oleh waktu

Rabu, 29 Mei 2013

catatan tengah malah

terkadang kita merasa jenuh  menjalani hidup ini...

ya hidup memang akan  menjadi membosankan kalo kita membandingkan  kehidupan kita dengan orang lain.

 keindahan hidup ini bukan  ketika kita mampu menjadi seseorang yang hebat ato berhasil seperti orang lain..

hidupmu adalah milikmu, biarlah pena pikiran dan perasaanmu yang menulis dan mewarnainya...

hadapilah hari ini dengan komitmen bahwa kebahagiaan bisa diraih jika kita mensyukuri tiap hal kecil yang terjadi dalam kehidupan kita...


Senin, 15 April 2013

speechless

kami berusaha untuk halal tapi terkadang godaan untuk haram itu besar.....
kami sakit melihat koruptor yang begitu kaya tapi hanya sedikit hukum yang singgah ke badannya, sedangkan kami...
 hanya mengambil semangka atau sandal jepit dihukum setimpal dengan hukuman mereka yang mengambil jutaan uang kami yang kami titipkan dan amanatkan kepada mereka. 
apakah kami harus menjadi seorang koruptor juga sehingga walaupun kami dihukum, 
kami tidak takut lagi.
karena ketika kami bebas.. 
kekayaan kami masih banyak bahkan lebih dari cukup untuk menghidupi para anak dan cucu kami.

alangkah lucunya negeri ini